Sabtu, 16 Juli 2011

miss comment and friends..maafkan..atau hajar aja?

Semoga ga ada orang kantor yang baca postingan yang ini. Saya punya teman kantor, ga deket tapi kenal. Hobinya ngomentarin penampilan orang; muka lo kusut lah, baju lo ga matching lah; bukan saya aja yg jadi bahan penilaiannya, melainkan beberapa teman lain juga. Sayangnya ga pernah ada yg mo ngingetin klo hobinya itu membuat dirinya dijuluki sebagai miss comment. Dia juga punya beberapa sifat lain yang bikin teman2 lain ga respect, ga usah disebutin. Disni intinya saya cuma mo ngingetin buat yang kebetulan baca..begini..kita sebagai manusia pasti punya sifat jelek..sadari dan pahami kekurangan pada diri kita, lalu jangan dipelihara..jika terus dipelihara, maka itu akan merugikan orang lain..dampaknya hubungan sosial terganggu..urusan kita ga lancar..rejeki seret..ga punya teman yang setia..bahkan dikutuk habis2an (sadis ya). Lucunya, si miss comment ini ngebentuk gang bersama beberapa teman yang setipe, yaitu "tipe ga disukai banyak orang". Karakteristik masing2 personilnya goreng adat (buka kamus bahasa sunda), senang memojokkan orang lain, pintar bermanis2 agar diterima kembali oleh hati orang2 yang dendam kepadanya. Lebih lucu lagi..ga jarang mereka saling menjatuhkan satu sama lain..besoknya udah makan bareng lagi :D mungkin karena ga ada temen lagi..hihihi ada2 aja..
Nah masalah saya sekarang..saya klo udah kena ulah mereka seringkali bingung..maafkan..atau hajar aja? Belajar bersikap mulia, atau mempertahankan harga diri dengan cara membalasnya?

..kembali berbenah..

Dear all..tahun ini saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah hingga lulus S1. Alhamdulillah suami mengizinkan, ortu juga mendukung, keuangan cukup, meskipun harus lumayan mengencangkan ikat pinggang. Perkuliahan dimulai bulan september nanti..doakan saya untuk tetap kuat terutama secara fisik dan psikis mengingat jarak kantor kampus dan rumah cukup berjauhan. Mungkin di depan bakalan muncul komentar2 kontra dari beberapa teman dan saudara..saya akan menghargai dan tidak akan ambil pusing dengan itu semua. Yang penting keluarga saya tetap ada, mencintai saya, dan terpenuhi seluruh kebutuhannya. Masa depan saya ada di tangan saya dan saya yang akan memperjuangkannya. Let's go!